VIVAlife – Tips Cantik dan Bugar Ala Nadya Hutagalung

Tips Cantik dan Bugar Ala Nadya Hutagalung
Di usianya yang sudah kepala tiga, Nadya masih terlihat cantik.

Nadya Hutagalung rajin mengonsumsi jus campuran buah dan sayur. Maya Sofia, Rizky Sekar Afrisia | Rabu, 20 Maret 2013, 09:56 WIB

VIVAlife - Sejak memasuki dunia modeling di usia 12 tahun, Nadya Hutagalung tetap bisa eksis hingga saat ini. Kecantikannya yang begitu alami, membuatnya tak lantas dilupakan orang begitu saja.

Ia membocorkan, rahasia kecantikannya sebenarnya hanya dua: bahagia dan sehat. Menjaga suasana hati tetap bahagia dan bergaya hidup sehat dengan menjaga makanan penting baginya untuk keseimbangan tubuh.

Skin is our biggest organ. Apapun yang kita konsumsi, akan terlihat hasilnya di kulit,” ujar Nadya kepada VIVAlife.

Untuk itu, Nadya menuturkan betapa pentingnya menjaga makanan yang masuk ke tubuh. Selama lima tahun terakhir, ia rajin mengonsumsi jus. Setiap pagi menjelang siang, ia meminum jus campuran buah dengan sayur. Jus favoritnya, yang mengandung sayuran hijau.

Anything veggies. Tanpa gula lagi, tapi kadang pakai es,” kata host sekaligus juri Asia’s Next Top Model ini.

Menurutnya, kebiasaan favorit yang diawali dari membaca banyak buku kesehatan itu, sangat bagus untuk tubuh secara keseluruhan. Dengan rajin meminum jus, Nadya merasa tubuhnya lebih bersih, segar, tak mudah merasa sakit ataupun kelelahan. Tak heran, ia terus tampil segar dalam setiap kesempatan.

“Rasanya everything clean. Sekarang saya agak capai karena sudah seminggu jarang minum jus. Kalau sedang traveling memang sulit,” ceritanya.

Teratur mengonsumsi jus juga membuatnya lebih memahami tubuhnya sendiri. Ia jadi mengerti, apa yang dibutuhkan tubuhnya ketika ia sakit atau mengalami hal lain.

“Kalau merasa begini perlu apa, itu jadi tahu. Kadang women need iron, mineral, energy. Kalau punya clean body, clean diet, kita akan tahu kapan perlu itu,” ucap wanita kelahiran 28 Juli 1974 ini.

Ia sekaligus menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging, apalagi yang impor. Selain kurang sehat di tubuh, daging yang datang dari negara jauh juga ternyata tak baik untuk lingkungan. Pasalnya, itu akan memerlukan lebih banyak proses, dengan takaran minyak tertentu, yang berefek pada konsumsi energi lebih banyak.

“Kurangi makan daging dan makanan dengan proses yang sulit. Misalkan burger, dagingnya dari mana, rotinya dari mana,” katanya mencontohkan.

Lebih bagus, Nadya melanjutkan, memakan makanan yang lokal dan alami, terutama buah dan sayur. Upaya itu, ia meyakinkan, lebih efektif dibanding pencegahan kerusakan lingkungan lainnya.

It’s more effective than hybrid car, penggunaan solar, dan lain-lain,” ujarnya mantap.

© VIVA.co.id

via VIVAlife.

 

Share

Posted under: In the news

Tagged as: , , ,

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers